Bagikan Ke Teman Ya Melalui FB

Selamat Jalan Bapa Tua Ku

Minggu 3 oktober 2010, merupakan hari yang aq dan Perikecilku gak bisa lupakan. hari dimana berpulangnya Bapak tercinta kami serta paman buat perikecilku ke sang pencipta.

Sabtu, biasanya aq menjemput adikku untuk maen kekosan. aq senang kali jika adikq ini maen kekosan, karena ada yang di jahili. itulah sifat yang gak bisa hilang dari kebiasaanku, selalu menjahili sipudan kami ini. canda tawa dilakukan bersama sepupuku yang lain.

Hingga malam tiba, kamipun bergegas tidur. tapi kenapa aq lihat adikq ini gelisah terus, aq kasihan melihatnya sehingga aq memutuskan untuk tidak tidur. menjaga sipudan ini, karena takut ntah terjadi apa2 nanti sama nya. Dalam tidurnya seperti ada sesuatu hal yang mengganggunya, tapi kami tidak tahu ntah apa itu.

Mentaripun mulai menyapa semua makhluk yang ada dibumi ini, tapi didalam benakku ada pertanyaan besar. sebenarnya kenapa adikku ini tidurnya gelisah, apa dia mimpi buruk atau apa.

Sorenya, aq dapat kabar dari Amangboru (sebutan untuk Orang batak Suaminya Bou) yang mengatakan "Tulang tolong ya lihat kamu bapaktua andi dirumah sakit Permata Bunda ruang ICU", kamipun terkejut mendengar kabar itu. dan kusampaikan juga sama adikku.

aq pun menyusun rencana untuk mengajak abang yang lain untuk pergi ke RS, tepat Pukul 18:23 kami sudah berkumpul di kos. dan bergegas untuk berangkat.

Kalau gak salah tepat Pukul 18:55 kami sampai di RS, dan alangkah terkejutnya kami Bapak kami itu sudah pergi untuk selamanya. Sedih,kehilangan bercampur aduk. padahal Lebaran 2010 kami masih sempat berkumpul dirumah mendiang.

Tanpa bisa tertahan, sipudan kami menangis. karena melihat tangisannya, aq pun ikut meneteskan air mata dan mencoba tegar karena aq gak mau menambah kesedihan adikku itu.

akhirnya, tanpa pikir panjang lagi aq,adik serta abang sepupuku pergi untuk mengantar jenazah bapak kami ini. sedih,kehilangan mungkin itulah yang menyelimuti kami di Mobil Ambulance itu. Kucoba untuk menghibur sipudan, untuk menghilangkan rasa sedihnya hingga sampai ke tempat tujuan. setiba di tempat, kami disambut dengan tangisan. tak tertahankan juga airmata ini, namun kucoba lagi untuk tegar dan menghibur adik dan keluarga yang lain.

sampai2 sipudan pun pingsan, dan adikq putri pun tak bisa menerima kenyataan ini. paman yang sangat disayangi mereka telah pergi selamanya.

Tangisan dan rasa duka menyelimuti rumah itu, hingga aq memutuskan kembali untuk tidak tidur. karena bouku mulai dari sampainya kami hingga pagi harinya terus menangis, kucoba untuk menghibur mereka. Sudahlah bou, kita tangisipun bapak ini gak kan bangun dari tidur kekalnya. namun apa daya, aq pun mengakuinya sebenarnya sedih ini tak tertahankan lagi. akupun bersembunyi untuk menangis, karena gak mau terlihat oleh bouku.

kamipun mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya, dan alangkah terkejutnya melihat kuburan sepupuku yang sudah duluan menghadap tuhan ambruk. ah.... pertanda apa lagi ini tuhan, itulah pertanyaan yang ada didalam hatiku. mungkin semua itu takkan bisa terjawab hingga sekarang.

dan sekarang q punya tanggung jawab untuk menjaga sipudan ini,membuat dia senang. tapi kenapa kami selalu bertentangan. kadang damai, kadang bertengkar. selalu aq mengalah untuk dia, tapi selalu juga dia membuat aq marah. tapi biarpun gitu, aq tetap sayang sama dia. mau semarah apapun aq, pasti aq mengalah untuk dia. adek...adek... dengarkanlah keluh kesah abang ini. janganlah buat abang marah lagi.

gak kasihan kau kalo melihat abang marah, gak sayangnya kau sama abangmu ini. udah berbagai cara abang lakukan pendekatan buatmu, tapi kok tetap ya adek tu buat abang marah. memang abang akui abangmu ini orangnya emosian, tapi jangan lah dibuat abang emosi.

Gak mau kau kalo kita selalu damai dek.

namun aq berdoa, semoga cobaan yang ada dikeluarga kami ini sampai disini saja.