Bagikan Ke Teman Ya Melalui FB

Bergumul dalam ketakutan

Aneh kurasa pagi ini, tepatnya tgl 8 Oktober 2010.

Ntah kenapa belakangan ini semua di sekeliling ku terlihat ganjil, perikecilku yang dulunya baik,penurut, sayang sama abangnya sekarang kok aneh.

Teman2ku juga yang dulunya selalu ceria didekatku kok sekarang jadi terlihat aneh, seakan mereka mengasihani aku. bahkan ada yang berkata samaku, kamu kok aneh belakangan ini. datang datang kok bawaannya diam. mana kamu yang dulu? Jawabanku hanya simple saja, kamu punya rokok gak, kalau punya bagi aq dong.

Mungkin dibenak mereka tanda tanya besar samaku, karena gak biasanya aq minta rokok sama mereka. hingga semalam terakhir aku menjumpai mereka , mereka bilang. sam, kamu ada masalah ya? apa masalah sama pacarmu, sebenarnya aq malas menceritakannya. saat ini aq memang bergumul dengan masalah. ah...... hanya tarikan napas panjang saja yang bisa kulakukan. hingga tulisan ini kubuat pun aq masih bingung akan semua yang ada disekelilingku.

Tuhan, sebenarnya apa ya yang salah denganku. kenapa sekelilingku terlihat ganjil, kenapa teman,adik, dan lingkunganku aneh melihat aq. apa yang bakal terjadi samaku. kalau memang semuanya gak menginginkan aq lagi , hingga orang2 yang kukasihi pun seakan membilang demikian.

oya, sampai lupa. baru saja aq mimpi aneh, tapi terasa samar begitu. tapi lingkungannya aq mengenalinya.

di mimpi itu aq tergolek lemas di rumah sakit, tapi aq gak tahu ntah apa penyakit yang sedang menghinggapi aku, jarum infus sudah tertancap di nadi tangan sebelah kiriku. dan aq juga sempat bertanya sama perawat yang lagi periksa kondisiku, "suster sebenarnya aq sakit apa?" tapi perawat itu tidak menjawab, namun raut wajahnya terlihat seperti orang yang kebingungan.

karena sakin stressnya aq, tengah malam aq mencoba untuk lari dari rumah sakit itu, dan ternyata berhasil. ditengah kebingungannya aq mau kemana, aq pun memutuskan untuk pergi ke TxxxxxN, tanpa pikir panjang aq pun segera bergegas pergi ke stasiun Bus yang biasa aq naiki bersama perikecilku. Namun aneh kurasa, dalam kondisi tengah malam kenapa masih ada bus yang mau berangkat ketempat yang kutuju.

sesampai di TxxxxxN, aq pun pergi ketempat bouku yang sangat kusayang. yang udah kuanggap mamaku sendiri, karena jika aq ada didekatnya damai yang kurasa.

Bouku bertanya, Pa.... ( panggilan bouku samaku) kenapa tengah malam begini kemari. tapi masih sakit, aneh juga kurasa. bukan jawaban untuk menjelaskan yang keluar dari mulutku tapi ucapan, bou.... boleh aq tidur dipangkuan bou.

boukupun menjawab, ya pa... sambil mengeluarkan air mata. damai kurasa tidur dipangkuan bou/mama ku, ada kurasa 1 jam lebih aku tidur dipangkuannya, dan selama itu juga mungkin dia menangis. kuucapkanlah suatu permintaan, bou... panggil la orang adek putri,friska,leli,sama seli kemari. rindu aq sama mereka, sakin rindunya bou... kubela2kan aq datang kesini.

tak berapa lam, keempat adik2ku itupun datang. mereka terkejut melihat aq, abang kok disini, abang kan masih sakit. iya dek, abang kesini mau jumpai kalian semua, sayangnya kalian sama abangkan. iya bang dijawab mereka.

dalam posisi masih dipangkuan bou kubelaila satu persatu mereka, sambil bertanya: gimana sekolah kalian, baiknya kan. lama kami bercerita, disitu lah aneh kurasa. tak biasanya mereka mau terbuka samaku.

Tiba-tiba dadaku terasa sesak, bou.... yang tadinya gak nangis lagi pecahlah tangisnya melihat kondisiku, Pa..... kau kenapa? kan uda bou bilang kau masih sakit, kenapa datang kemari.

Gak papa bou, bou tenang aja. sehat kok muel, keempat adikku pun spontan nangis. abang, abang jangan becanda bang kata salah satu adekku itu. adek gak suka ah sama candaan abang (dalm keadaan nangis), abang....abang... (panggil dia)

abang jangan tinggali kami, jangan abang tambah lagi kesedihan kami. satu abang sudah pergi, jangan abang tambah lagi ya bang. sayangnya kami sama abang, walau kadang abang orangnya jahil. justru kejahilan abang itu yang buat kami gak bisa lupai abang.

Mengalirla air mataku mendengar rengekan mereka, iya dek abang janji gak ninggali kalian. sayangnya abang sama kalian, buktinya dalam kondisi begini masih sempat abang datangkan.

kubisikkan ketelinga bouku, bou.... tuntun muel dalam doa bou. ajak juga adik2 tuk berdoa, dan kamipun berdoa. lama kami bergumul dalam doa.

Hingga ucapan Amin, mereka menangis. melihat aq yang sudah terbujur kaku di pangkuan bou, kok aneh kurasa. padahal perasaanku masih ada di pangkuan bou.

hingga saat ini, aq masih memikirkan apa arti dari mimpiku itu. aq gak mau meninggalkan orang2 yang kusayang, aq gak mau jauh sama adek2ku.

Tuhan, kalau memang mimpi itu nantinya jadi nyata. aq mau kuatkanlah mereka untuk menghadapinya.